5 TIPS MEMILIH GITAR UNTUK PEMULA

 Hi Guitar lovers....

Pada artikel kali ini, saya akan memberikan tips-tips memilih gitar untuk pemula, lengkap dengan alasannya secara singkat, padat, dan jelas. Semoga tips-tips ini dapat memudahkan para calon gitaris untuk memilih gitar yang tepat sesuai minat dan kebutuhan. So, selamat membaca..... ðŸ˜‰

5 Tips memilih gitar untuk pemula:

1. Sesuaikan gitar dengan fokus genre musik yang ingin kamu pelajari

Foto oleh Snapwire dari Pexels


Kamu pasti sudah tahu kalau gitar merupakan salah satu instrumen tunggal yang sering dikaitkan dengan bernyanyi. Hal ini karena gitar adalah alat musik harmonis, sehingga cocok digunakan sebagai alat musik pengiring lagu. Selain gitar ada juga piano, organ, keyboard, dan bahkan harpa yang juga sering dijadikan alat musik pengiring lagu. Alat musik harmonis dapat memainkan 2-3 nada (atau lebih) sekaligus, yang disebut akor (chords). Untuk gitar, kita bahkan bisa merasakan sensasi alat musik perkusi pada setiap rambasan/ pukulannya (strum). 

Nah, gitar yang lebih cocok untuk jadi pengiring lagu adalah gitar akustik folk. Sedangkan gitar klasik, lebih dikhususkan untuk menjadi alat musik melodis dengan sajian instrumental tunggal yang sering kita sebut fingerstyle. Tapi, bukan berarti gitar klasik tidak bisa menjadi pengiring lagu, dan bukan berarti gitar akustik folk tidak bisa dimainkan dengan cara fingerstyle. Hal ini mengacu pada produksi bunyi yang terasa berbeda dimana Gitar klasik terdengar lebih lembut dan hangat, sedangkan gitar akustik folk terdengar lebih ramai dan ceria. Gitar klasik biasa dipakai untuk menampilkan musik klasik, sedangkan gitar akustik folk lebih sering dipakai untuk genre musik lainnya (pop, jazz, RnB, dan sebagainya).


2. Sesuaikan postur tubuhmu dengan gitar yang akan kamu beli

Foto oleh cottonbro dari Pexels


Gitar diproduksi dalam berbagai macam ukuran yaitu: 1/4 (seperempat), 1/2 (setengah), 3/4 (tiga perempat) dan 4/4 (empat perempat). Pilihlah gitar yang sesuai dengan postur tubuhmu. Jangan membeli gitar yang terlalu kecil, dan juga jangan membeli gitar yang terlalu besar. Misalnya, gitar 3/4 (gitar junior) sengaja dibuat lebih kecil dari pada gitar standar pada umumnya (4/4), karena gitar tersebut memang untuk anak-anak usia 10-14 tahun, atau yang lebih akurat berdasarkan tinggi badan 120-140 cm. Banyak orang tua murid yang langsung membeli gitar ukuran standar untuk anak mereka padahal gitar yang kebesaran atau kekecilan dapat mengganggu proses belajar anak. Untuk dewasa, terutama pria, sesuaikan juga panjang telapak tanganmu dengan neck gitar yang ingin kamu beli. Karena, jika neck nya terlalu sempit, kamu akan sering menekan atau menyentuh senar yang sebenarnya tidak perlu ditekan.  Untuk wanita, sebaiknya memilih gitar klasik saja terlebih dahulu, untuk mengurangi cedera selama berlatih. Setelah mahir, bisa upgrade ke gitar yang kamu inginkan. Lihat artikel gitar yang cocok untuk wanita (ladies). Cara terbaik adalah dengan langsung mencoba gitar tersebut demi mendapatkan gitar yang senyaman mungkin. Anggap saja kamu sudah mahir sebelumnya, dan cobalah untuk memainkannya walau asal-asalan.


3. Pilihlah gitar yang berstandar SNI/ bermerk (original)

Foto oleh Andrew Neel dari Pexels


Kelebihan gitar bermerk adalah sudah melewati uji coba sebelum dijual kepasaran, sehingga zero error build seperti fret, nut, atau saddle yang ketinggian/ kerendahan. Gitar kualitas rendah dapat merusak produksi bunyi, misalnya untuk fret yang tingginya tidak merata, akan terdapat noise (bunyi “zzttzzttzt") saat senarnya ditekan di kolom tertentu. Selain itu ada juga error build seperti neck tidak lurus/agak melengkung, kualitas kayu pada body gitar dan neck yang buruk. Jika dana belum mencukupi untuk membeli gitar yang bermerk, sebaiknya menabung dulu atau beli gitar original second hand (bekas pakai).

4. Waspada gitar palsu alias kw

Gitar-gitar tidak bermerk biasanya mencatut merk gitar yang terkenal (seperti yamaha, cort, Ibanez dan sebagainya) atau menggunakan nama yang terdengar serupa (diplesetkan). Misalnya: yamaha (dengan logo yamaha yang terbalik), cort menjadi cart, atau Ibanez menjadi Ibanes. Jika tidak teliti, bisa merugi. Jangan tergiur harga murah. Lebih baik membeli gitar second hand tetapi original dari pada baru tapi low quality (kw). Produksi bunyi gitar kw yang buruk bisa merusak atau bahkan menghilangkan minat mu untuk belajar gitar.

5. Sesuaikan dengan target belajarmu

Foto oleh Caio dari Pexels


Jika target belajar mu adalah untuk bisa tampil dipanggung dalam waktu dekat, sebaiknya beli gitar akustik elektrik yang sudah build in guitar preamp (equalizer). Produksi bunyi gitar agak lemah. Jika tampil dipanggung, kualitas bunyi nya tidak akan optimal walau sudah di support microphone sekalipun. Harganya mungkin bisa 2x lipat lebih mahal, tetapi sepadan dengan fungsinya. Jika tidak butuh dalam waktu dekat, nanti kamu bisa jual gitar lama mu untuk upgrade ke gitar baru. Asalkan gitar original, nilai jualnya masih lumayan, sekitar 50-70% dari harga baru, tergantung kondisi gitar. Lakukan trik saya, selalu rawat dan jaga gitarmu agar tetap terlihat mulus dan baru untuk harga jual second hand yang tinggi.

 

Itulah 5 tips penting sebelum membeli gitar untuk pemula. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para calon gitaris Indonesia masa depan.


Salam hangat,



Yulia Adhia
😉


Komentar

  1. Wahhh.. jd pengen belajar gitar nih kak.. rekomen dong gitar yg cocok buat pemula...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gitar yg paling sering direkomendasikan biasanya gitar yamaha C330 atau C315. Tapi merk lain juga bagus kok, selama itu gitar original... 😊

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer